Armuji Minta Maaf Atas Penyebutan Atribut Madas Saat Sidak Kasus Nenek Elina
“Saya kira itu logo Madas, ternyata bukan. Tulisan ‘Gong Xi Fat Cai’,” imbuhnya.
Sementara itu, Ketua Umum Madas Mohammad Taufik menyatakan organisasinya tak ada sangkut paut dengan peristiwa yang dipersoalkan. Dia menolak keras cap premanisme yang sempat dialamatkan.
“Kami tegaskan, Madas bukan ormas preman,” kata Taufik.
Dia menyebut kejadian yang dialami Nenek Elina terjadi pada Agustus 2025, sebelum dirinya menjabat sebagai ketua umum. Hasil kajian tim hukum Madas pun menyimpulkan tak ada keterlibatan organisasi.
“Tidak ada satu pun berita acara menyebut Madas. Itu bukan kegiatan ormas,” ucapnya.
Taufik mengakui ada individu yang hadir dalam acara pelantikan, tetapi hal itu tak bisa dijadikan dasar menuding organisasi.
“Kalau terbukti melanggar hukum, kami dukung aparat menindak,” ujarnya.
Menurut Taufik, simbol di pakaian individu tertentu telah berkembang menjadi framing yang merugikan.
Wakil Wali Kota Surabaya Armuji mengaku khilaf dan meminta maaf atas penyebutan atribut Madas saat sidak kasus Nenek Elina.
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News