Banjir Aceh Tamiang, ITS dan Alumni Perkuat Mitigasi Bencana
Sementara itu, perwakilan IKA ITS Adi Dharma menyebut keterlibatan ITS dan alumni dilakukan secara masif sejak tahap awal penanganan bencana dengan pembagian peran di berbagai sektor.
“Fase pertama kami fokus pada logistik, dapur umum, layanan air bersih, hingga penyediaan Starlink untuk mendukung komunikasi di wilayah terdampak,” ujarnya.
Dia menambahkan kolaborasi tersebut menghasilkan pemasangan tandon air di 10 titik serta edukasi kepada warga agar dapat mengakses air bersih secara mandiri. Bantuan juga menjangkau 16 desa terisolasi di wilayah Takengon.
Setelah akses menuju Aceh Tamiang kembali normal, dilakukan pembersihan dan renovasi Masjid An-Nur dengan nilai bantuan sekitar Rp100 juta.
“Kami juga melengkapi masjid dengan sound system, karpet, mikrofon, perlengkapan salat, mukena, sajadah, hingga Al-Qur’an,” katanya.
Di sektor pendidikan, IKA ITS menargetkan penyaluran perlengkapan sekolah bagi sekitar 400 siswa sekolah dasar agar semangat belajar anak-anak kembali tumbuh saat kegiatan belajar mengajar dimulai.
Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Sarana Prasarana ITS Machsus mengatakan ITS menurunkan tim secara bertahap berdasarkan evaluasi lapangan. Pada fase tanggap darurat, prioritas diarahkan pada layanan kesehatan, komunikasi, dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.
“Selanjutnya, fokus kami arahkan pada pengurangan risiko bencana dan pemulihan aktivitas masyarakat agar lebih siap menghadapi kemungkinan bencana serupa,” jelasnya.
ITS bersama YMI dan IKA ITS tak hanya menyalurkan bantuan darurat, tetapi juga mendorong mitigasi dan pemulihan jangka panjang pascabanjir di Aceh Tamiang.
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News