Nenek Elina Ungkap Detik-detik Pengusiran Paksa dari Rumah di Surabaya
jatim.jpnn.com, SURABAYA - Nenek Elina Widjajanti (80) membeberkan pengalaman memilukan saat dirinya diusir secara paksa dari rumahnya di Dukuh Kuwukan, Kelurahan Lontar, Kecamatan Sambikerep, Surabaya.
Elina mengaku tidak mengenal sosok bernama Samuel, yang disebut-sebut sebagai pihak yang mengklaim rumah tersebut. Menurutnya, perkenalan mereka baru terjadi saat peristiwa pengusiran itu berlangsung.
“Enggak kenal. Baru kenalnya ya waktu kejadian itu,” kata Elina seusai menjalani pemeriksaan di Mapolda Jatim, Minggu (28/12).
Elina membeberkan saat kejadian sejumlah orang datang ke rumahnya dan memintanya segera keluar. Dia bahkan tidak diizinkan mengambil tas pribadi miliknya.
“Saya diangkat-angkat. Mau ambil tas enggak boleh, disuruh keluar,” ujarnya.
Elina menyebut dirinya sempat diminta menunjukkan surat kepemilikan rumah. Dia mengaku memiliki Letter C sebagai bukti.
“Saya punya Letter C. Saya tunjukkan itu,” ucapnya.
Namun, Elina menyayangkan pihak Samuel yang mengaku juga memiliki surat kepemilikan tidak pernah memperlihatkan dokumen tersebut.
Nenek Elina Widjajanti membeberkan detik-detik pengusiran paksa dari rumahnya di Surabaya, mengaku diangkat paksa dan dilarang mengambil barang pribadi.
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News