Pengasuh Al Khoziny Sebut Ambruknya Ponpes Tak Sebanding dengan Bencana di Sumatera
Sebelumnya, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) resmi membangun ulang Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny Buduran di Jalan Raya Siwalan Panji II, tidak jauh dari lokasi bangunan lama di Jalan KH Khamdani Nomor 25.
Seluruh proses pembangunan dibiayai oleh APBN dengan anggaran senilai Rp125 miliar dan ditargetkan selesai pada Juni mendatang.
Rencana bangunan baru Pesantren Al-Khoziny terdiri dari 5 lantai asrama dan tempat pendidikan, masjid 4 lantai dengan luas lahan 4.100 meter.
Ketua Satgas Penataan Pembangunan Pesantren (SPPP) Muhaimin Iskandar menyampaikan pembangunan ulang Ponpes Al Khoziny ini sebagai upaya untuk menghadirkan pendidikan yang aman dan nyaman bagi santri dan santriwati.
“Ini menjadi momentum kami untuk muhasabah, evaluasi, kegotongroyongan dan kebersamaan dalam upaya mewujudkan sistem pendidikan yang utuh, menyeluruh, termasuk menyiapkan sarana dan prasarana yang memadai buat para santri-santri kami,” kata Cak Imin.
Cak Imin menjelaskan sejak ada insiden ini, Presiden Prabowo memerintahkanya untuk melakukan langkah pencegahan agar kejadian itu tidak terulang.
Salah satunya, melalukan audit seluruh bangunan Ponpes di Indonesia. Jika ditemukan bangunan yang rawan akan dilakukan perbaikan.
“Pak Prabowo langsung punya komitmen dan keinginan yang tinggi kalau sudah menyangkut pesantren. Karena beliau menyadari penuh sejarah pesantren. Seperti yang disampaikan KH Abdsalam tadi, pesantren punya sejarah panjang jauh sebelum kemerdekaan,” katanya.
KH Abdus Salam : Tragedi ambruknya Ponpes Al Khoziny tidak sebanding dengan bencana di Sumatera
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News