Pemerintah Resmi Bangun Ulang Ponpes Al Khoziny Buduran yang Ambruk Pakai Dana APBN
"Pak Prabowo langsung punya komitmen dan keinginan yang tinggi kalau sudah menyangkut pesantren. Karena beliau menyadari penuh sejarah pesantren. Seperti yang disampaikan KH Abdsalam tadi, pesantren punya sejarah panjang jauh sebelum kemerdekaan,” katanya.
Menurutnya, lulusan pondok pesantren tidak hanya menjadi ulama, tetapi mencetak pemimpin keutaman.
“Insyaallah lulusan pesantren bukan hanya memiliki modal ilmu tetapi juga modal kepemimpinan,” katanya
“Pesantren merupakan sistem pendidikanyang komprehensif karena punya patokan dan ilmu pengetahuan lah yang kemudian menjadi rujukan dalam seluruh aspek kehidupan duniawi dan akhirat,” ucapnya.
Sementara itu, Pengasuh Ponpes Al Khoziny KH Abdus Salam menyampaikan terima kasih kepada pemerintah karena hadir untuk membantu pascainsiden ini terjadi.
“Mudah-mudahan langkah dari pemerintah dalam hal ini yang dipimpin oleh menteri koordinator pemberdayaan masyarakat mudah-mudahan diridai oleh Allah,” katanya.
Menurutnya, musibah yang terjadi di Ponpes Al Khoziny tidak sebanding dengan bencana alam di daerah Sumatera.
“Tentunya ini musibah yang terjadi di Al Khoziny ini tidak ada apa-apanya. kalau dibandingkan itu, tetapi Alhamdulillah pemerintah sangat mencurahkan perhatiannya kepada kami. Maka kami tidak bisa membalas apapun kepada pemerintah,” kata dia.
Ponpes Al Khoziny yang ambruk resmi dibangun ulang pakai dana APBN senilai Rp125 miliar
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News