Kemenhaj Longgarkan Pelunasan Haji Daerah Terdampak Banjir, LDII Dorong Dakwah Hijau
“Harus ada koreksi. Komitmen merawat alam, hutan, sungai. Saya berharap ormas Islam seperti LDII, Muhammadiyah, NU ikut membangun kesadaran ekologis jamaah,” tuturnya.
Menurut Dahnil, menjaga lingkungan adalah fardhu ‘ain, bukan fardhu kifayah. “Semua orang punya tanggung jawab,” tegasnya.
Senada, Ketua DPP LDII sekaligus Guru Besar IPB Prof. Sudarsono menegaskan pentingnya dakwah ekologis karena 12,7 juta hektare lahan kritis menunggu untuk dipulihkan.
“Kondisi ini nyata, apalagi ketika banjir dan longsor melanda Sumut, Aceh, dan Sumbar,” ujarnya.
Sudarsono menjelaskan bahwa menanam pohon adalah investasi jangka panjang. “Pohon adalah mesin kehidupan. Menyerap karbon, menghasilkan oksigen, menjaga siklus air, hingga mencegah longsor. Tanpa pohon, bencana akan menjadi rutin,” katanya.
Dia juga mengingatkan peran pohon dalam tradisi Nusantara sebagai simbol kehidupan dan hubungan spiritual dengan alam.
LDII sudah menjalankan program Go Green sejak 2007 dan menanam jutaan pohon. Komitmen itu diterapkan melalui pendidikan di pesantren, sekolah, serta kegiatan organisasi hingga tingkat kelurahan.
Salah satu lokasi fokus kegiatan adalah Bumi Perkemahan Cinta Alam Indonesia, Wonosalam, Jombang, yang menjadi pusat edukasi dan pembinaan karakter cinta lingkungan bagi generasi muda.
Pemerintah memberi relaksasi pelunasan BPIH dan menunda seleksi petugas haji bagi wilayah banjir. Dahnil ajak ormas Islam gencarkan dakwah ekologis.
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News