Dinkes Surabaya Ungkap Tantangan Besar Tangani Kasus HIV/AIDS, Stigma & Mobilitas Tinggi

Selasa, 02 Desember 2025 – 19:07 WIB
Dinkes Surabaya Ungkap Tantangan Besar Tangani Kasus HIV/AIDS, Stigma & Mobilitas Tinggi - JPNN.com Jatim
Kepala Dinas Kesehatan Nanik Sukristina. Foto: source JPNN

“Ini adalah bagian dari strategi kami untuk memberikan edukasi, tes kesehatan, dan pencegahan langsung di tengah masyarakat,” ujarnya.

Selain itu, Dinkes juga memperkuat peran Puskesmas sebagai pusat layanan bagi Orang dengan HIV (ODHIV)-mulai dari deteksi awal hingga pengobatan rutin ARV.

Layanan ini terintegrasi dengan berbagai pemeriksaan kesehatan lain seperti PKG, tes TBC, serta pemeriksaan wajib untuk calon pengantin dan ibu hamil.

Meski demikian, sejumlah hambatan muncul, terutama terkait edukasi dan keberlanjutan pengobatan. Banyak ODHIV yang menghentikan konsumsi ARV karena efek samping atau minimnya dukungan keluarga.

Di sisi lain, edukasi bagi remaja melalui sekolah-sekolah SMP dan SMA juga terus diperluas untuk menekan risiko penularan dari perilaku berisiko dan penyalahgunaan narkoba.

Sementara berdasarkan data, selama Januari hingga Oktober 2025 ada 968 kasus HIV di Surabaya. Dari jumlah tersebut 52,48 persen merupakan warga luar Kota Surabaya.

“Angka tersebut turun 10,03 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2024,” pungkas Nanik. (mcr23/jpnn)

Dinkes Surabaya ungkap tantangan berat menghadapi penanganan asus HIV/AIDS di Kota Pahlawan.

Redaktur : Arry Dwi Saputra
Reporter : Ardini Pramitha

Facebook JPNN.com Jatim Twitter JPNN.com Jatim Pinterest JPNN.com Jatim Linkedin JPNN.com Jatim Flipboard JPNN.com Jatim Line JPNN.com Jatim JPNN.com Jatim
JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News