120 Peserta Ikuti Yokohama Fun Run 2025, APHRS Soroti Pentingnya Jaga Irama Jantung
Tahun ini, kampanye Pulse Day dipimpin langsung APHRS, bekerja sama dengan organisasi mitra di berbagai kawasan. Kampanye global ini mengajak masyarakat untuk rutin memeriksa denyut nadi atau feel the pulse (MENARI: MEraba NAdi sendiRI).
“Melalui kegiatan seperti Fun Run, kami ingin menegaskan bahwa menjaga irama jantung bukan hanya urusan medis, tetapi gaya hidup,” tuturnya.
Pulse Day diperingati setiap 1 Maret sebagai pengingat bahwa satu dari tiga orang berisiko mengalami aritmia signifikan. Masyarakat diimbau memeriksa denyut nadi secara mandiri dengan menghitung denyut selama 30 detik lalu mengalikannya dua kali. Denyut normal berkisar 60–100 per menit.
Pada Pulse Day 2026, kampanye akan menyoroti Atrial Fibrillation (AF) atau fibrilasi atrium, jenis aritmia paling umum yang terus meningkat di kawasan Asia-Pasifik. Dicky menyebut AF meningkatkan risiko stroke hingga lima kali lipat dan gagal jantung tiga kali lipat.
“Banyak kasus belum terdiagnosis, terutama di wilayah dengan keterbatasan layanan kesehatan,” ujarnya.
Menurut White Book 2023, jumlah tindakan kateter ablasi maupun pemasangan ICD di sejumlah negara Asia masih jauh di bawah negara maju.
“Ini menunjukkan perlunya strategi bersama dan kebijakan berkelanjutan untuk menutup kesenjangan tersebut,” kata dia.
APHRS selama ini aktif meningkatkan kapasitas layanan aritmia lewat pelatihan regional, riset, hingga program fellowship. Pemerataan layanan, kata Dicky, hanya bisa dicapai melalui reformasi kebijakan, peningkatan jumlah tenaga terlatih, dan akses teknologi.
APHRS menggaungkan cek denyut nadi dan aktivitas fisik lewat Yokohama Fun Run 2025.
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News