Sondos dari Gaza Lulus Cumlaude di UM Surabaya, Candaan Soal Jodoh Bikin Riuh Wisuda
Sondos juga menyampaikan rasa terima kasih kepada UM Surabaya dan Lazismu atas kesempatan beasiswa yang telah mengubah hidupnya.
“Beasiswa ini bukan hanya tentang pendidikan, tetapi juga tentang harapan dan persaudaraan antarbangsa,” tuturnya.
Menutup sambutannya, Sondos melontarkan candaan yang membuat suasana haru berubah menjadi tawa.
“Pak Rektor, apakah saya juga akan diberikan beasiswa S3? He he atau mungkin ada rekomendasi jodoh untuk saya?” ungkapnya sembari tersenyum.
Candaan itu disambut tawa seluruh ruangan. Rektor UM Surabaya Prof Mundakir pun menjawab dengan nada jenaka, tetapi penuh hangat.
“Kalau soal beasiswa S3, insyaallah kami doakan ada jalan terbaik, tetapi kalau soal jodoh, nanti kita bentuk Tim Jodoh Palestina–Indonesia UMSurabaya,” ucap Prof Mundakir.
“Siapa tahu, lewat wisuda ini ada yang tergerak hatinya. Kalau sampai dapat jodoh di Indonesia, berarti hubungan Palestina–Indonesia makin kuat—bukan hanya diplomatik, tetapi juga romantik,” imbuh dia disambut tawa seluruh ruangan.
Prof Mundakir menambahkan pihak kampus memberikan penghargaan khusus kepada Sondos sebagai bentuk apresiasi atas semangat dan keteguhan hatinya menuntut ilmu di tengah kondisi sulit.
Sondos Jehad Shnewra, mahasiswi asal Palestina lulus cumlaude dari UM Surabaya di tengah perang. Kisah haru dan candaan soal jodoh warnai prosesi wisuda.
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News