Wabah Campak di Pamekasan Telan 10 Korban Jiwa, Dinkes: Banyak Terlambat Ditangani

Sabtu, 11 Oktober 2025 – 11:36 WIB
Wabah Campak di Pamekasan Telan 10 Korban Jiwa, Dinkes: Banyak Terlambat Ditangani - JPNN.com Jatim
Ilustrasi imunisasi campak di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur. ANTARA/ HO-Dinkes Pamekasan

jatim.jpnn.com, PAMEKASAN - Kasus campak di Kabupaten Pamekasan kembali meningkat. Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan mencatat, jumlah pasien meninggal dunia akibat campak kini bertambah menjadi sepuluh orang, dari sebelumnya tujuh orang.

"Data penderita yang meninggal dunia ini sesuai dengan data terbaru per tanggal 8 Oktober 2025, hasil rapat koordinasi dengan puskesmas se-Kabupaten Pamekasan," kata Kepala Dinkes Pamekasan Saifudin, Jumat (10/10).

Menurutnya, total warga yang positif campak tercatat 178 orang, dari 734 warga yang terduga terinfeksi.

"Berdasarkan hasil analisis para tenaga medis, rata-rata pasien campak yang meninggal karena mengalami komplikasi seperti infeksi paru-paru dan otak," jelasnya.

Selain itu, ada pula korban yang meninggal karena terlambat mendapat penanganan medis.

“Kondisinya sudah parah saat dibawa ke fasilitas kesehatan,” ujarnya.

Saifudin mengimbau masyarakat agar segera membawa anak ke fasilitas kesehatan terdekat bila menunjukkan gejala campak, seperti demam tinggi, batuk, pilek, mata merah, dan bercak merah pada kulit.

Dinkes juga meminta tenaga medis di lapangan memperkuat deteksi dini dan aktif melakukan survei ke desa-desa.

Kasus campak di Pamekasan meningkat, 10 warga meninggal dunia. Dinkes mengimbau orang tua waspada dan segera imunisasi anak.
Sumber Antara
Facebook JPNN.com Jatim Twitter JPNN.com Jatim Pinterest JPNN.com Jatim Linkedin JPNN.com Jatim Flipboard JPNN.com Jatim Line JPNN.com Jatim JPNN.com Jatim
JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News