Pendataan Korban Ambruknya Ponpes Al Khoziny Dibagi 3 Klaster

Jumat, 03 Oktober 2025 – 18:20 WIB
Pendataan Korban Ambruknya Ponpes Al Khoziny Dibagi 3 Klaster - JPNN.com Jatim
Jenazah korban ambruknya Ponpes Al Khoziny dievakuasi ke RS Bhayangkara. Foto: Ardini Pramitha/JPNN

jatim.jpnn.com, SURABAYA - Kapolda Jatim Irjen Nanang Avianto menyebut pendataan korban ambruknya musala Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, dibagi ke dalam tiga klaster.

Adapun tiga klaster tersebut meliputi santri, pengurus pesantren, dan pekerja proyek pembangunan.

“Pendataan kami bagi dalam tiga klaster. Pertama jumlah santri, kedua pengurus pesantren, dan ketiga pekerja yang melakukan pembangunan pesantren,” ujar Nanang di depan kamar jenazah RS Bhayangkara Surabaya, Jumat (3/10).

Menurut Nanang, pengklasteran penting dilakukan agar petugas lebih mudah melacak keberadaan penghuni ponpes sebelum tragedi terjadi.

Dari hasil pendataan awal, sebagian besar mencakup santri dan pengurus, sedangkan proses identifikasi pekerja masih berlangsung.

Meski begitu, Nanang menegaskan prioritas utama sejak awal adalah menyelamatkan korban.

“Tahapan pertama adalah mengutamakan pertolongan kepada korban, sambil pendataan berjalan,” katanya.

Setelah masa golden time berakhir, evakuasi difokuskan pada pembersihan material. Tim gabungan dari Basarnas, TNI, Polri, Damkar, dan relawan terus dikerahkan untuk mempercepat pencarian.

Kapolda Jatim Irjen Nanang Avianto menyebut pendataan korban ambruknya musala Ponpes Al Khoziny, Sidoarjo, dibagi tiga klaster: santri, pengurus, dan pekerja.
Facebook JPNN.com Jatim Twitter JPNN.com Jatim Pinterest JPNN.com Jatim Linkedin JPNN.com Jatim Flipboard JPNN.com Jatim Line JPNN.com Jatim JPNN.com Jatim
JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News