Evakuasi Korban Ambruknya Musala Ponpes Al Khoziny Difokuskan 7 Santri yang Masih Hidup
jatim.jpnn.com, SIDOARJO - Upaya pencarian korban ambruknya bangunan musala Pondok Pesantren Al Khoziny di Buduran, Sidoarjo masih terus berlangsung hingga Selasa (30/9) malam.
Tim SAR gabungan memusatkan perhatian pada tujuh orang yang diketahui masih menunjukkan tanda-tanda kehidupan di bawah puing-puing.
Kepala Kantor SAR Surabaya Nanang Sigit menyampaikan jumlah korban yang dievakuasi belum bertambah dari data sebelumnya sebanyak sebelas orang.
Tim SAR gabungan terus berupaya menjaga kondisi korban agar tetap bertahan.
“Dengan kami bisa memasok minuman dan makanan tentunya akan lebih lama life time mereka untuk bisa kondisi survive,” jelasnya.
Nanang memerinci kondisi tujuh korban tersebut, enam di antaranya hanya dapat diberikan air minum karena terjepit puing sehingga tidak memungkinkan menerima makanan.
Sementara itu, satu korban lain bisa mendapat suplai roti serta minuman sejak kemarin.
“Yang enam ini hanya minum. Kayaknya karena posisi atau apa hanya minum belum kamu kasih makanan, tetapi yang yang satu itu memang makan dan minum dari kemarin. Ya, makannya cuma ya roti,” tuturnya.
Begini kondisi tujuh santri yang belum bisa dievakuasi saat tertimbun material bangunan musala Ponpes Al Khoziny yang ambruk.
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News