Sejarah Gedung Negara Grahadi, Bangunan Cagar Budaya yang Dibakar Saat Demo Ricuh

Minggu, 31 Agustus 2025 – 15:03 WIB
Sejarah Gedung Negara Grahadi, Bangunan Cagar Budaya yang Dibakar Saat Demo Ricuh - JPNN.com Jatim
Gedung Negara Grahadi, bangunan cagar budaya berusia satu abad sebagai tempat rumah dinas Gubernur Jawa Timur. Foto: Ardini Pramitha/JPNN

jatim.jpnn.com, SURABAYA - Gedung Negara Grahadi merupakan salah satu bangunan bersejarah di Kota Surabaya yang kini berfungsi sebagai rumah dinas Gubernur Jawa Timur.

Gedung ini memiliki perjalanan sejarah yang panjang, erat kaitannya dengan masa kolonial Belanda dan perkembangan pemerintahan di Jawa Timur.

Gedung Negara Grahadi dibangun pada tahun 1795 atas perintah Residen Surabaya saat itu Dirk van Hogendorp.

Pada masa itu, Surabaya dikenal sebagai kota pelabuhan penting yang ramai aktivitas perdagangan sehingga kehadiran gedung representatif untuk residen sangat dibutuhkan.

Awalnya, gedung ini dirancang untuk tempat pertemuan resmi sekaligus rumah jamuan (societeit) bagi pejabat Belanda dan kaum elite Eropa.

Nama Grahadi sendiri berasal dari kata bahasa Sanskerta, yaitu Graha (rumah) dan Adi (utama atau mulia) yang berarti 'Rumah Mulia'.

Penamaan ini diberikan kemudian, ketika gedung tersebut dialihfungsikan sebagai rumah dinas gubernur setelah Indonesia merdeka.

Pada awal penggunaannya, Gedung Negara Grahadi bukanlah kediaman resmi residen. Rumah tinggal residen kala itu berada di daerah yang lebih dekat ke pusat Kota Lama Surabaya.

Gedung Grahadi bangunan cagar budaya yang dibakar oleh massa aksi saat demo ricuh
Facebook JPNN.com Jatim Twitter JPNN.com Jatim Pinterest JPNN.com Jatim Linkedin JPNN.com Jatim Flipboard JPNN.com Jatim Line JPNN.com Jatim JPNN.com Jatim
JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News