Di Balik Gemerlap Jalan Tunjungan, Toko Mengeluh Omzet Turun Sejak Parkir TJU Dilarang

Rabu, 20 Agustus 2025 – 15:03 WIB
Di Balik Gemerlap Jalan Tunjungan, Toko Mengeluh Omzet Turun Sejak Parkir TJU Dilarang - JPNN.com Jatim
Jeritan toko di Jalan Tunjungan, omzet turun hingga 50 persen pascalarangan parkir TJU. Foto: Ardini Pramitha/JPNN.com

jatim.jpnn.com, SURABAYA - Jalan Tunjungan dikenal sebagai salah satu ikon kota Surabaya yang cantik, penuh lampu temaram, dikelilingi bangunan sejarah dan kafe kekinian.

Namun, di balik keriuhan swafoto dan lampu, ada cerita lesu dari para pelaku usaha di sepanjang jalan itu.

Sejak larangan parkir di tepi Jalan Tunjungan (TJU) diberlakukan pada 1 Agustus 2025, sejumlah toko dan kafe mengaku pendapatannya turun drastis.

Banyak yang tak menyangka, kebijakan pengalihan ke kantong parkir justru membuat pengunjung malas singgah.

Dari luar, beberapa toko terlihat menempelkan stiker bertuliskan 'Save Tunjungan' dan 'Satu Tujuan Satu Tunjungan'. Aksi ini muncul bertepatan dengan HUT ke-80 RI, sebagai bentuk protes damai dan solidaritas para pelaku usaha.

Barista kedai kopi Thirty Three Novendi Abdul Razak mengatakan bahwa stiker itu sebagai bentuk solidaritas.

“Itu stiker solidaritas, omzet turun sejak parkir dilarang. Sekarang turun sekitar 30 persen,” kata Novendi.

Menurutnya, orang yang biasanya spontan berhenti di depan toko kini harus berjalan lebih jauh dari kantong parkir. Bagi sebagian pengunjung, hal itu cukup merepotkan.

Jeritan toko di Jalan Tunjungan, omzet turun hingga 50 persen pascalarangan parkir TJU
Facebook JPNN.com Jatim Twitter JPNN.com Jatim Pinterest JPNN.com Jatim Linkedin JPNN.com Jatim Flipboard JPNN.com Jatim Line JPNN.com Jatim JPNN.com Jatim
JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News