Nasionalisme Tak Bisa Ditukar Tren, Jangan Biarkan Martabat Merah Putih Dikerdilkan
Gunakan augmented reality, filter sosial media, komik daring, game, dan interaksi virtual yang bermakna untuk menyuntikkan semangat nasionalisme.
Tak hanya itu, kita juga memerlukan dashboard digital nasional yang bisa memantau dan menganalisis tren konten berbasis kebangsaan.
Dashboard ini berfungsi untuk mendeteksi konten yang berpotensi melemahkan identitas nasional, sekaligus menjadi alat bantu perumusan kebijakan edukatif berbasis data. Inilah pemanfaatan teknologi yang bukan hanya canggih, tapi juga strategis secara ideologis.
Nasionalisme Harus Adaptif, Bukan Kompromistis
Nasionalisme tidak harus kaku dan formal. Ia bisa lentur, kreatif, dan sesuai zaman, tetapi tidak boleh kehilangan esensi. Mengagumi karakter seperti Luffy tidak salah, tetapi jangan sampai kita lupa bahwa kemerdekaan Indonesia bukan diperjuangkan oleh tokoh fiksi, melainkan manusia nyata dengan darah dan air mata.
Kini saatnya kita bentuk ulang ruang digital agar tidak hanya ramai, tetapi juga bermartabat. Nasionalisme digital harus dibangun dengan literasi, regulasi, dan tanggung jawab algoritmik. Karena di tengah derasnya tren, kita tetap butuh satu jangkar yang tak tergantikan, Merah Putih.
Literasi digital saja tidak cukup. Kita perlu arsitektur sistem yang berpihak pada nilai bangsa. Platform digital seharusnya didorong untuk menyematkan konten edukatif kebangsaan ke dalam alur algoritma utama, bukan sekadar pilihan alternatif di sudut-sudut minoritas.
Apabila tak diantisipasi, teknologi yang seharusnya mempercepat pembangunan justru bisa mereduksi semangat perjuangan menjadi sekadar konten trending. Inilah tantangan kita, mengembangkan sistem digital yang tidak hanya efisien, tetapi juga berkarakter Indonesia. (*)
Penulis adalah Dosen Sistem dan Teknologi Informasi (Sistekin) Untag Surabaya Supangat, Ph.D., ITIL., COBIT., CLA., CISA.
Dosen Sistekin Untag Surabaya Supangat menyampaikan opini terkait fenomena pengibaran bendera One Piece yang belakangan ini ramai menjadi perbincangan.
Redaktur & Reporter : Arry Dwi Saputra
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News