Nasionalisme Tak Bisa Ditukar Tren, Jangan Biarkan Martabat Merah Putih Dikerdilkan

Sabtu, 09 Agustus 2025 – 10:35 WIB
Nasionalisme Tak Bisa Ditukar Tren, Jangan Biarkan Martabat Merah Putih Dikerdilkan - JPNN.com Jatim
Dosen Sistem dan Teknologi Informasi (Sistekin) Untag Surabaya Supangat, Ph.D., ITIL., COBIT., CLA., CISA. Foto: Source for JPNN

Bendera anime bisa jadi lebih masif penyebarannya dibandingkan Merah Putih karena masuk dalam pola konsumsi digital yang cepat, lucu, dan mudah dibagikan.

Sistem rekomendasi yang digunakan platform saat ini cenderung menerapkan pendekatan content-based filtering, yang mengulang dan memperkuat preferensi pengguna tanpa memberi ruang pada konten yang edukatif atau bernilai kebangsaan.

Akibatnya, konten-konten ringan, lucu, dan menghibur mendominasi, sementara nilai-nilai luhur seperti nasionalisme tenggelam dalam diam.

Ketika hanya satu pihak yang tahu cara kerja sistem digital dan pengguna tidak, maka ruang publik online akan dipenuhi oleh konten yang sengaja dibuat sesuai selera, bukan yang benar-benar penting untuk dipahami. Akibatnya, masyarakat hanya akan mendengar hal-hal yang ingin mereka dengar, bukan yang seharusnya mereka tahu.

Inilah yang saya sebut sebagai nasionalisme digital yang disorientatif. Di ruang virtual yang dibentuk oleh AI dan tren, identitas bangsa kita bisa kehilangan jangkar jika masyarakat tak cukup literasi dan sadar akan pengaruh teknologi.

Tanpa edukasi, masyarakat mudah tergiring arus, tanpa menyaring makna.
Yang lebih mengkhawatirkan adalah ketimpangan informasi yang diciptakan oleh desain algoritmik itu sendiri. Tanpa pengawasan dan akuntabilitas, platform digital bisa menjadi ladang subur bagi konten yang menjauhkan generasi muda dari akar kebangsaannya.

Merah Putih Harus Hadir di Dunia Fisik dan Virtual

Pertanyaannya bukan sekadar 'bolehkah kibarkan bendera anime?', tetapi 'mengapa bendera negara kita kalah pamor di jagat digital?'. Ini adalah sinyal bahwa kita butuh cara baru dalam menanamkan nasionalisme di era yang serba digital.

Merah Putih harus hidup, tidak hanya di tiang bendera, tetapi juga di platform digital. Pemerintah, institusi pendidikan, kreator konten, bahkan pengembang teknologi perlu bersinergi untuk menciptakan kampanye digital yang menghidupkan simbol-simbol kebangsaan.

Dosen Sistekin Untag Surabaya Supangat menyampaikan opini terkait fenomena pengibaran bendera One Piece yang belakangan ini ramai menjadi perbincangan.
Facebook JPNN.com Jatim Twitter JPNN.com Jatim Pinterest JPNN.com Jatim Linkedin JPNN.com Jatim Flipboard JPNN.com Jatim Line JPNN.com Jatim JPNN.com Jatim
JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News