Pedagang Bendera di Surabaya Keluhkan Omzet Anjlok, Kalah dengan E-Commerce

Selasa, 05 Agustus 2025 – 11:06 WIB
Pedagang Bendera di Surabaya Keluhkan Omzet Anjlok, Kalah dengan E-Commerce - JPNN.com Jatim
Pedagang bendera di Surabaya mengeluhkan penurunan omzet penjualan hingga 30 persen menjelang HUT ke-80 RI. Foto: Source for JPNN

“Kalau untuk instansi-instansi, justru jauh-jauh. Bulan Juli sudah banyak yang beli. Kayak Kodam, Polda. Biasanya jauh-jauh dari bulan Juli sudah banyak yang mencari,” ungkapnya.

Berbeda dengan instansi, pelanggan dari kalangan umum seperti warga kampung atau perumahan biasanya datang mendekati tanggal 17 Agustus dan umumnya hanya membeli produk sederhana.

“Kalau rumah tangga beli bendera tanggung, yang ukuran 80 sampai 120 cm. Kalau instansi butuh yang renda-renda, umbul-umbul yang panjang dan mewah,” jelasnya.

Soal stok, sebagian besar masih mengandalkan sisa barang dari tahun lalu, meski ada juga model baru seperti bendera renda yang selalu diproduksi ulang setiap tahunnya.

“Untuk tahun ini kebanyakan kalau model-model renda-renda biasanya yang baru. Setiap tahun itu ada beberapa yang baru, cuma kebanyakan stok tahun lalu,” pungkas Richard. (mcr12/jpnn)

Pedagang bendera di Surabaya mengeluhkan penurunan omzet penjualan hingga 30 persen menjelang HUT ke-80 RI.

Redaktur & Reporter : Arry Dwi Saputra

Facebook JPNN.com Jatim Twitter JPNN.com Jatim Pinterest JPNN.com Jatim Linkedin JPNN.com Jatim Flipboard JPNN.com Jatim Line JPNN.com Jatim JPNN.com Jatim
JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News