Jadi Tuan Rumah ICOSPACS, Untag Surabaya Tekankan Kualitas & Etika Publikasi Ilmiah
Dekan FISIP Untag Surabaya Dr. Dra. Ayun Maduwinarti MP. menambahkan seluruh paper yang masuk wajib melalui seleksi ketat, termasuk pemeriksaan plagiarisme menggunakan perangkat seperti Turnitin.
“Batas maksimal similarity 25 persen, kalU melebihi, harus direvisi. Revisi bisa dilakukan hingga tiga kali sebelum dinyatakan layak,” jelas Ayun.
Langkah itu diambil sebagai upaya preventif mencegah pelanggaran etika akademik sekaligus memastikan semua peserta berada pada jalur ilmiah yang benar.
Tahun ini, sebanyak 96 paper dari 55 institusi dipresentasikan, dengan 38 disampaikan secara luring dan 58 secara daring. Kehadiran para dekan, wakil dekan, dan dosen dari berbagai kampus menunjukkan antusiasme terhadap peningkatan mutu riset dan publikasi ilmiah.
Ketua Panitia Prof. Dr. V. Rudy Handoko, MS menjelaskan bahwa hasil konferensi akan dipublikasikan melalui prosiding, jurnal nasional terakreditasi SINTA (2, 3, atau 4), serta jurnal internasional bereputasi, termasuk yang terindeks Scopus.
“Publikasi ini sangat penting untuk mendukung proses kenaikan jabatan akademik dosen, dari lektor hingga guru besar,” ujarnya.
Ketua Panitia Prof Dr V Rudy Handoko, MS menjelaskan hasil dari konferensi ini akan dipublikasikan melaluo prosiding, jurnal nasional, terakreditasi SINTA (2,3, dan 4), maupun jurnal internasional bereputasi, termasuk terindeks Scopus.
Hal itu penting lantaran publikasi ilmiah menjadi bagian dari proses kenaikan jabatan akademik dosen, dari lektor hingga guru besar.
ICOSPACS 2025 bukan sekadar ruang presentasi, tetapi menjadi ruang pertanggungjawaban ilmiah
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News