KNKT Ungkap Detik-detik Tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya di Selat Bali
“Setelah dibangunkan oleh Mualim Jaga, Nakhoda ambil alih kemudi dan siarkan panggilan darurat melalui radio dengan channel 16,” ujarnya.
“Jadi, ketika itu memang Nahkoda ini sedang tidur karena tidak mungkin nahkoda itu bisa 24 jam. Jadi, yang jaga adalah mualim jaga, tetapi setelah dalam kondisi darurat nakhodanya memang ada dan mereka yang mengendalikan kapal,” imbuh dia.
Lalu, Kepala Kapal Mesin (KKM) muatan kendaraan di buritan mulai bergeser dan bertumbuk ke sisi kanan. Semua kendaraan bergeser ke sisi kanan.
“Kemiringan terus bertambah awalnya pelan kemudian semakin cepat,” ujarnya.
Kapal mulai tenggelam setelah beberapa menit melakukan panggilan darurat. Buritan tenggelam terlebih dahulu sambil miring ke kanan. Proses tenggelamnya kapal hanya dalam waktu tiga menit.
Saat kejadian, Kapal Bilimanuk 1 dan Tunu Pratama 3888 berlayar menuju lokasi tenggelamnya kapal. Kapal menyoroti lampu ke arah Tunu Pratama Jaya, tetapi mereka kesulitan mengenali objek terapung di air. Penyebabnya gelombang yang cukup tinggi.
"Beberapa kapal lain di dekatnya kesulitan untuk membantu evakuasi korban Tunu Pratama Jaya karena ombak cukup besar dan muatan juga mulai bergeser maka diputuskan kembali ke dermaga," jelasnya. (mcr23/jpnn)
Kronologi lengkap tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya di Selat Bali, diawali posisi muatan yang miring
Redaktur : Arry Dwi Saputra
Reporter : Ardini Pramitha
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News