Pemutihan Pajak Kendaraan Jadi Napas Baru Ojol dan Kelompok Tak Mampu
“Uangnya untuk bantu keluarga, akhirnya pajak enggak kebayar. Alhamdulillah sekarang bisa diurus,” katanya.
Bagi Rifaldi, program ini bukan sekadar penghapusan pajak, tetapi napas baru untuk terus bekerja.
“Terima kasih, Bu Khofifah,” ucapnya tulus.
Mbok Ma, Koordinator Ojol Surabaya menyebut program ini sangat membantu para driver ojol. Dia mengaku sejak kebijakan ini pertama kali diluncurkan enam tahun lalu, dampaknya terasa langsung.
“Kami sangat bahagia dan berterima kasih kepada Ibu Gubernur. Kami berharap program ini terus berlanjut dan ada kebijakan lain yang bisa membantu kami berkembang,” ujar Mbok Ma.
Sementara itu, Kepala Bapenda Jatim Bobby Soemiarsono mengungkapkan program Penghapusan Pajak Daerah 2025 ini diberikan Gubernur Khofifah kelompok masyarakat yang membutuhkan. Program ini, kata dia, sudah berjalan selama enam tahun.
”Cuma kekhususannya untuk tahun ini untuk masyarakat kurang mampu, dibebaskan pokok dan dendanya untuk tahun 2024 dan sebelumnya, termasuk ojol dan kendaraan roda 3,” jelas Bobby.
Dia menjelaskan tujuan dari kebijakan ini, yaitu memfasilitasi masyarakat yang memiliki keinginan untuk membayar pajak namun terkendala secara ekonomi, padahal mereka menggunakan sepeda motor untuk aktivitasnya mencari nafkah.
Kisah para ojol di Surabaya yang merasa beruntung dengan adanya kebijakan diskon pajak kendaraan bagi para ojol dan kelompok tidak mampu.
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News