Santri di Malang yang Kena Hukuman Cambuk Trauma, Polisi Beri Pendampingan Psikologis

Sabtu, 12 Juli 2025 – 12:37 WIB
Santri di Malang yang Kena Hukuman Cambuk Trauma, Polisi Beri Pendampingan Psikologis - JPNN.com Jatim
Unit PPA Sat Reskrim Polres Malang saat memberikan pendampingan psikologis kepada santri korban hukuman cambuk. Foto: Dok. Polres Malang

jatim.jpnn.com, MALANG - Polres Malang bergerak cepat menindaklanjuti dugaan kasus penganiayaan terhadap seorang santri berinisial AZR (14) di salah satu pondok pesantren wilayah Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang.

Selain penanganan hukum, fokus utama aparat kepolisian saat ini adalah pemulihan kondisi psikologis korban. Proses trauma healing dilakukan oleh tim psikologi kepolisian bersama Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Sat Reskrim Polres Malang.

Pendampingan intensif telah dimulai sejak Jumat (11/7) pagi, dengan tim gabungan langsung menyambangi rumah korban di Desa Wonosari, Kecamatan Wonosari untuk melakukan asesmen awal dan mendampingi korban dalam pemeriksaan medis di RS Wava Husada, Kepanjen.

Korban mengalami luka di bagian betis dan tungkai kaki, diduga akibat dicambuk oleh salah satu pengasuh pondok. Aksi tersebut terekam dalam video dan sempat viral di media sosial sehingga memantik keprihatinan masyarakat.

Diduga, pemukulan terjadi karena korban keluar dari area pondok untuk membeli makanan. Namun, pihak kepolisian belum menyimpulkan motif pasti dan masih melakukan pendalaman.

Kasi Humas Polres Malang AKP Bambang Subinajar menyatakan selain memastikan kesehatan fisik dan psikologis korban, penyelidikan tetap berjalan.

“Langkah pertama kami adalah memastikan kondisi korban stabil. Tim Psikologi Polres Malang telah memberikan pendampingan trauma healing untuk membantu korban pulih secara mental,” kata Bambang, Jumat (11/7).

Saat ini, Unit PPA masih mengumpulkan keterangan dari korban dan saksi-saksi. Pemeriksaan terhadap pihak yang diduga terlibat dalam penganiayaan juga akan segera dilakukan.

Polisi memberikan pendampingan psikologis kepada santri yang terkena hukuman cambuk akibat keluar pondok mencari makan.
Facebook JPNN.com Jatim Twitter JPNN.com Jatim Pinterest JPNN.com Jatim Linkedin JPNN.com Jatim Flipboard JPNN.com Jatim Line JPNN.com Jatim JPNN.com Jatim
JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News