Proses Penyelaman Tunggu Data Kepastian Lokasi Bangkai KMP Tunu Pratama Jaya
Apabila semua data tersebut sudah tergambar maka tim penyelam bakal melakukan berbagai persiapan pembatasan area wilayah menyelam untuk mengidentifikasi objek kapal tersebut.
"Kemudian manakala ya nanti di sana sudah bisa tergambarkan baik secara visual dari diver penyelam penyelam akan memberikan marking. Floating mark. Bintang bujur dicatat ya," ungkapnya.
"Setelah diver turun dan menyaksikan bahwa di LKK itu sudah ada atau tidak ada bangkai kapal bahasa yang mudahnya atau pun objek. Kita akan menyusun perencanaan berikutnya," imbuh dia.
Eko Suyatno menyatakan apabila SRU underwater sudah memastikan objek bangkai kapal tersebut maka pihaknya akan melapor ke pemerintah pusat untuk menambah waktu operasi SAR guna dilakukan pengangkatan kapal sesuai International Maritime Organization (IMO).
"Kalaupun setelah diketemukan objek bisa kami lakukan pengangkatan, saya akan melaporkan dan mengusulkan kepada set koordinator untuk diangkat sesuai IMO regulation," ucapnya.
"Karena sesuai perintah set koordinator dan beliau mendapat perintah dari Pemimpin Republik untuk upayakan pengangkatan," imbuh dia.
Sementara itu, hingga operasi SAR hari kelima ini dari total 65 orang terdata dalam manifes, sebanyak 30 orang ditemukan selamat dan delapan orang meninggal dunia, sedangkan 27 orang masih dalam pencarian. (mcr23/jpnn)
Update pencarian hari kelima, Tim SAR tunggu data valid deteksi keberadaan bangkai KMP Tunu Pratama Jaya oleh KRI Fanildo 732 dan KRI Spica
Redaktur : Arry Dwi Saputra
Reporter : Ardini Pramitha
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News