KMP Tunu Pratama Jaya Diduga Angkut Lebih dari 65 Orang, Banyak Penumpang Tidak Terdata
jatim.jpnn.com, BANYUWANGI - Tragedi tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya di perairan Selat Bali pada Rabu (2/7) menyisakan tanda tanya soal jumlah penumpang sebenarnya.
Kapal feri itu diperkirakan membawa lebih dari 65 orang meski dalam data manifest resmi hanya tercatat 53 penumpang.
Sejumlah nama yang menjadi korban tidak tercantum dalam daftar tersebut. Salah satu yang hilang tanpa tercatat dalam manifest adalah Fauzi Bin Awam, suami dari Yatini.
Yatini menceritakan suaminya berangkat menggunakan jasa travel dari Kecamatan Genteng, Banyuwangi, menuju Bandara Ngurah Rai, Bali.
Dari sana, dia berencana terbang ke Malaysia, tanah kelahirannya.
“Suami saya naik travel dari Genteng ke Bali lewat Pelabuhan Ketapang. Dia memang warga Malaysia, mau pulang ke sana,” kata Yatini saat ditemui di posko Pelabuhan Ketapang, Jumat (4/7).
Nahas, nama Fauzi tak tercantum dalam manifest penumpang kapal. Menurut Yatini, hanya sopir travel yang tercatat.
“Hanya sopirnya saja yang terdaftar. Suami saya enggak ada di situ,” ujarnya lalu menahan haru.
KMP Tunu Pratama Jaya diduga membawa penumpang lebih dari 65 orang di dalam kapalnya.
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News