Dorong Pengamanan Lingkungan, Warga Perbatasan Surabaya Aktif Cegah Curanmor
jatim.jpnn.com, SURABAYA - Kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) masih menjadi perhatian di wilayah Pabean Cantikan, Surabaya.
Sepanjang 2024 terjadi 34 kasus curanmor dan 18 kasus terulang kembali dalam kurun Januari hingga Mei 2025.
Menanggapi hal itu, Camat Pabean Cantian, Muhammad Januar Rizal, menyampaikan bahwa berbagai langkah telah diambil untuk menekan angka kejahatan tersebut. Salah satu strategi utama adalah memperkuat koordinasi lintas sektor.
“Kami terus bersinergi dengan kapolsek, danramil, serta tokoh masyarakat dan jajaran RT/RW. Sekarang, setiap malam warga RW mulai aktif melakukan penjagaan lingkungan,” ungkap Rizal, Jumat (23/5).
Rizal menyatakan pengawasan terhadap keluar masuknya orang asing juga penting dilakukan.
Penerapan wajib lapor tamu 1x24 jam terus digencarkan, disertai dengan pemasangan CCTV di lokasi-lokasi yang dinilai rawan tindak kriminal. Kamera-kamera tersebut dimonitor langsung dari balai RW.
“Fungsi CCTV bukan sekadar alat untuk merekam kejadian, tetapi sebagai sistem deteksi dini. Ketika ada aktivitas mencurigakan, warga bisa langsung mengantisipasi,” ujarnya.
Terkait usulan pemasangan portal di pintu masuk perkampungan, Rizal mengingatkan perlunya musyawarah bersama warga.
Cara Camat Pabean Cantian minimalisir kasus curanmor di wilayahnya
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News