Unusa Dorong Mahasiswa Gen Z Melek Algoritma Digital
Oleh karena itu, penting bagi generasi muda untuk menyadari batas antara pemanfaatan teknologi dan keterikatan berlebihan.
Dia mengajak mahasiswa untuk mulai memilah informasi yang dikonsumsi, serta mengimbangi waktu online dengan kegiatan lain yang lebih sehat, seperti olahraga, diskusi langsung, atau membaca buku.
“Generasi Z tumbuh bersama teknologi. Buku ini hadir sebagai upaya membuka mata kita semua agar tak hanya menjadi korban algoritma, tapi juga pengguna yang cerdas,” tuturnya.
Ketua HIMA Manajemen Unusa Ananda Putra Pratama mengatakan bahwa tema ini dipilih karena relevan dengan dinamika kehidupan mahasiswa masa kini yang sangat dekat dengan internet dan media sosial.
“Kami ingin teman-teman sadar bahwa dunia digital tidak selalu netral. Ada sistem yang mengatur apa yang kita lihat, pikirkan, bahkan lakukan. Inilah saatnya kami lebih kritis,” katanya.
Acara ini tak hanya menjadi ajang membahas isi buku, tetapi menjadi ruang dialog untuk merefleksikan ulang relasi mahasiswa dengan teknologi.
Para peserta diajak membangun budaya berpikir yang lebih mendalam, selektif dalam menerima informasi, dan tidak lagi sekadar menjadi pengguna pasif.
“Lewat acara ini kami ingin membentuk kesadaran baru bahwa jadi generasi digital itu harus cakap, bukan hanya aktif. Harus tahu kapan layar harus dinyalakan dan kapan harus ditinggalkan,” pungkas Ananda. (mcr23/jpnn)
Unusa mengajak mahasiswa, khususnya di kalangan Gen Z untuk melek terhadap cara kerja algoritma digital.
Redaktur : Arry Dwi Saputra
Reporter : Ardini Pramitha
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News