Santri Korban Pencabulan Guru Ngaji di Tulungagung Jalani Pendampingan Psikologis

Rabu, 23 April 2025 – 11:06 WIB
Santri Korban Pencabulan Guru Ngaji di Tulungagung Jalani Pendampingan Psikologis - JPNN.com Jatim
Petugas di Unit PPA memeriksa terlapor AIA (26), pembina santri di salah stau ponpes diduga mencabuli belasan santri di ruang satreskrim Polres Tulungagung l, Kamis (17/4) (ANTARA/HO - Sule)

jatim.jpnn.com, TULUNGAGUNG - Para santri korban pencabulan guru ngaji sekaligus penjaga kamar di Pondok Pesantren (Ponpes) Hidayatul Mubtadi'in, Ngunut, Kabupaten Tulungagung kini menjalani pendampingan psikologis intensif.

Kepala UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (KBPPPA) Kabupaten Tulungagung Dwi Yanuarti mengatakan seluruh korban merupakan anak-anak di bawah usia sepuluh tahun.

Proses pendampingan dilakukan sejak kasus ditangani Polres Tulungagung.

“Mereka ini masih sangat kecil, ibarat kanvas putih yang telah dicoret. Butuh waktu lama untuk menghapus trauma tersebut,” kata Dwi, Selasa (22/3).

Dwi menjelaskan pendampingan telah dilakukan sejak korban menjalani visum hingga pemeriksaan berita acara (BAP) di kepolisian. Meski tampak ceria secara fisik, pihaknya memastikan ada dampak psikologis yang harus ditangani serius.

“Secara fisik mereka terlihat normal dan masih bisa bermain, tapi secara psikis mereka terluka. Trauma pasti ada,” ujarnya.

Menurut Dwi, hasil asesmen psikologis untuk mengetahui tingkat gangguan yang dialami masih dalam proses. Apabila diperlukan, pihaknya siap memberikan pendampingan lanjutan hingga rujukan ke psikiater.

“Seluruh proses pendampingan, baik hukum, psikologis maupun medis ditanggung pemerintah. Kami juga sudah berkoordinasi dengan Pemprov Jatim untuk dukungan lebih lanjut,” jelasnya.

KBPPPA Kabupaten Tulungagung dampingi enam santri korban pencabulan guru ngaji di Ponpes menjalani pendampingan psikologis.
Sumber Antara
Facebook JPNN.com Jatim Twitter JPNN.com Jatim Pinterest JPNN.com Jatim Linkedin JPNN.com Jatim Flipboard JPNN.com Jatim Line JPNN.com Jatim JPNN.com Jatim
JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News