Pahami Mengapa Dunia Digital Tak Bisa Tanpa Perempuan
Pemberdayaan tidak cukup hanya dengan akses teknologi. Diperlukan pendekatan menyeluruh mulai dari dukungan psikologis, pelatihan keterampilan, hingga perlindungan hukum dalam ruang digital.
Pendidikan yang sensitif terhadap isu gender dan perkembangan teknologi menjadi kunci untuk membentuk masyarakat yang lebih adil, inklusif, dan setara.
Menjadi Kartini Digital di Abad 21
Kartini Digital adalah simbol perempuan yang tidak hanya berpikir maju, tapi juga bergerak maju. Dia memandang dunia digital sebagai ruang penuh potensi untuk menciptakan perubahan nyata.
Sosok ini hadir di berbagai lini, dari ruang daring, forum ilmiah, hingga barisan kepemimpinan masyarakat. Dia tidak menunggu ruang dibuka, melainkan menciptakan sendiri peluang bagi dirinya dan orang lain.
Sebagai laki-laki yang tumbuh dalam dunia pendidikan dan teknologi, saya meyakini bahwa perjuangan menuju kesetaraan gender bukan hanya urusan perempuan. Ini adalah tanggung jawab bersama. Masa depan yang adil dan setara di era digital hanya bisa terwujud jika setiap orang, tanpa kecuali, memiliki kesempatan yang sama untuk belajar, tumbuh, dan memimpin.
Hari Kartini bukan sekadar mengenang sejarah. Ini adalah panggilan untuk terus bergerak ke depan. Agar setiap perempuan, di mana pun berada, punya hak dan ruang untuk menjadi penggerak inovasi, pemimpin masa depan, dan pencipta perubahan. Dunia digital tak akan benar-benar maju tanpa perempuan, mereka adalah pemimpin, pencipta, sekaligus penentu arah masa depan. (*)
Penulis adalah Wakil Dekan I Fakultas Teknik Untag Surabaya Supangat, Ph.D., ITIL., COBIT., CLA., CISA,.
Wakil Dekan I Fakultas Teknik Untag Surabaya Supangat memberikan opini terkait refeleksi Hari Kartini.
Redaktur & Reporter : Arry Dwi Saputra
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News