Polisi di Lumajang Sarankan Pasar Hewan Ditutup Seusai 7 Sapi Mati, Pemerintah Masih Ngeyel Buka

Sabtu, 14 Mei 2022 – 10:28 WIB
Polisi di Lumajang Sarankan Pasar Hewan Ditutup Seusai 7 Sapi Mati, Pemerintah Masih Ngeyel Buka - JPNN.com Jatim
Kapolres Lumajang bersama Wakil Bupati Lumajang Indah Amperawati ketika berkunjung ke pasar hewan kemarin. Foto: Source Humas Polres Lumajang for JPNN.com

jatim.jpnn.com, LUMAJANG - Sebanyak 300 ekor sapi di Kabupaten Lumajang terjangkit penyakit mulut dan kuku (PMK). Adapun tujuh di antaranya mati.

Hal ini membuat masyarakat khawatir hewan ternaknya mengalami hal serupa. Kepolisian pun ikut turun tangan menangani hal tersebut.

Pihaknya berupaya mencegah penularan dengan memberikan rekomendasi menutup sementara waktu pasar hewan. Dengan begitu masyarakat bisa merasa nyaman dan hewan ternaknya juga aman.

"Untuk pasar sapi ini kemungkinan saya sarankan ditutup sementara. Kami cek dulu ke kecamatan semua, yang sehat bisa dilakukan jual-beli dan yang sakit bisa diobati," kata Kapolres Lumajang AKBP Dewa Putu Eka, Sabtu (14/5).

Sayangnya, rekomendasi yang diberikan saat melakukan pertemuan dengan pemimpin di daerahnya belum diwujudkan sampai hari ini.

Padahal dalam peranannya pemerintah sangat sentral dalam memutus penyebaran wabah PMK. Di sisi lain, pasar hewan menjadi salah satu episentrum penyebaran wabah karena banyak hewan ternak dari luar daerah yang masuk.

Dia juga menyatakan bakal maksimal dalam usaha memutus penyebaran wabah PMK. Bahkan, dengan melakukan isolasi secara ketat di desa-desa.

"Kami bikin isolasi lokal tingkat desa atau kecamatan. Perihal penutupan, kami sudah menyampaikan pada pemerintah," ucapnya. (mcr26/jpnn)

Aparat kepolisian di Lumajang berusaha mencegah penyebaran wabah PMK dengan menyarankan pasar hewan ditutup. Namun, belum disetujui pemangku kebijakan.

Redaktur : Arry Dwi Saputra
Reporter : Ridho Abdullah Akbar

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News