Polemik SKL, DPRD Surabaya Minta RSUD Koreksi Diri

Kamis, 21 Oktober 2021 – 10:29 WIB
Polemik SKL, DPRD Surabaya Minta RSUD Koreksi Diri - JPNN.com Jatim
Wakil Ketua DPRD Surabaya Reni Astuti (FOTO ANTARA/HO-Humas Pemkot Surabaya)

jatim.jpnn.com, SURABAYA - Terkait polemik ditahannya surat keterangan lahir (SKL) warga Maospati, Kota Surabaya oleh pihak rumah sakit swasta, Pimpinan DPRD Kota Surabaya meminta RSUD Soewandhie mengevaluasi pelayanan kesehatannya.

Wakil Ketua DPRD Surabaya Reni Astuti di Surabaya, Kamis, menjelaskan kejadian tersebut harus menjadi evaluasi dan koreksi bagi fasilitas kesehatan pemkot Surabaya.

"Ini harus menjadi koreksi fasilitas kesehatan pemkot Surabaya," terangnya.

Reni menjelaskan kalau Direktur RSUD Soewandhie harus koreksi diri kenapa warga memilih berobat ke rumah sakit swasta.

"Apa pelayanan di RSUD Soewandhie dirasa kurang baik sehingga warga harus memilih pelayanan di rumah sakit swasta," imbuhnya.

Sebelumnya diketahui, SKL pasangan suami istri Agung Cahyono dan Silvia Damayanti warga Maospati ditahan oleh pihak rumah sakit swasta akibat tak mampu membayar biaya operasi persalinan sebanyak Rp15 juta.

Akibat diamankannya SKL milik mereka, pasutri itu tidak bisa mengurus akta kelahiran.

Pasutri tersebut kemudian mengadukan masalah itu ke Fraksi PDIP DPRD Kota Surabaya.

Terkait polemik ditahannya SKL warga Maospati oleh pihak rumah sakit swasta, Pimpinan DPRD Kota Surabaya meminta RSUD Soewandhie koreksi diri
Sumber Antara