Gempa Pacitan, Mensos Risma Tekankan Soal Ramalan ke Pemda

Rabu, 28 Juli 2021 – 16:48 WIB
Gempa Pacitan, Mensos Risma Tekankan Soal Ramalan ke Pemda - JPNN.com Jatim
Menteri Sosial Tri Rismaharini saat Rapat Koordinasi Peningkatan Kesiapsiagaan Mengantisipasi Potensi Bencana di Kabupaten Pacitan, secara daring di Jakarta, Selasa (27/7/2021). (ANTARA/HO-Kemensos)

jatim.jpnn.com, PACITAN - Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono menyampaikan menurut hasil penelitian, Pacitan adalah salah satu kawasan di garis pantai selatan Jawa yang berpotensi gempa dan tsunami.

"Potensi tsunami berketinggian gelombang hingga 18 meter dengan waktu tiba sekitar 26 menit setelah terjadi gempa bumi," kata Rahmat, Rabu (28/7).

Dia menyampaikan temuan itu dalam rapat yang dihadiri, di antaranya, Bupati Pacitan, Jawa Timur, Indrata Nur Bayuaji dan Menteri Sosial (Mensos) RI Tri Rismaharini.

Risma pun meminta Pemkab Pacitan lebih memperhatikan prediksi potensi bencana lanjutan yang telah dipetakan BMKG pascagempa di wilayah itu pada Selasa (27/7) malam.

"Berkali-kali kepala BMKG menyampaikan ramalan itu bukan sekadar ramalan, tetapi adalah hasil analisa dan penelitian dari para ahli kebencanaan," ujar Risma.

Karena itu, menurut dia, alangkah bijaksana bisa diantisipasi Pemkab Pacitan guna meminimalkan potensi korban yang berjatuhan. Tak lupa, sosialisasi pun harus terus-menerus dilakukan.

Ada tiga pesan yang Risma paparkan untuk bersiaga menghadapi potensi tsunami di Pacitan.

Pertama, sistem peringatan dini, yakni dengan pengawasan pantai melalui alarm yang akan mengingatkan warga di pantai apabila ada indikasi bahaya gempa dan tsunami.

Sumber Antara