DBD di Jatim Melonjak, Sudah 997 Kasus dengan 17 Orang Meninggal

Rabu, 26 Januari 2022 – 18:14 WIB
DBD di Jatim Melonjak, Sudah 997 Kasus dengan 17 Orang Meninggal - JPNN.com Jatim
Tabel perincian jumlah penderita DBD di Jatim. Foto: Dok. Dinkes Jatim

jatim.jpnn.com, SURABAYA - Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Jatim mengalami lonjakan, bahkan sampai memakan korban jiwa.

Data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Jatim mencatat selama 1-24 Januari 2022 ada sebanyak 997 orang yang terkena DBD. 

Kasus terbanyak tercatat di antaranya Bojonegoro sebanyak 112 orang. 

Kemudian, di Nganjuk 72 orang, Malang 66, Ponorogo, dan Sidoarjo masing-masing 53. 

Dari jumlah itu, sebanyak 17 orang meninggal dunia. Kematian DBD tertinggi hingga 24 Januari 2022, di antaranya, Pamekasan tiga orang, Bojonegoro dua orang, Nganjuk dua orang, lalu Bangkalan dan Kediri masing-masing satu orang. 

Kepala Dinkes Jatim, Dr Erwin Ashta Triyono meminta masyarakat tak melupakan bahaya DBD meski saat ini memfokuskan mencegah penyebaran Covid-19 varian Omicron. 

Menurutnya, upaya preventif maupun proaktif lebih efektif menangani lonjakan kasus DBD

"Dalam hal itu, 3M dikunci untuk mencegah jangan sampai kasusnya membeludak atau meningkat," ujar Erwin, Rabu (26/1).

Sebanyak 17 orang di Jawa Timur meninggal akibat penyakit demam berdarah. Kasus terbanyak di Bojonegoro

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News