Jembatan Gladak Perak Putus Akibat Erupsi Semeru, Pelaku Usaha Otobus di Lumajang Merugi

Selasa, 25 Januari 2022 – 11:39 WIB
Jembatan Gladak Perak Putus Akibat Erupsi Semeru, Pelaku Usaha Otobus di Lumajang Merugi - JPNN.com Jatim
Bus yang sering kali lewat Jembatan Gladak Perak Lumajang menuju Malang. Foto: Rahmat for jpnn.com

jatim.jpnn.com, LUMAJANG - Para pelaku usaha otobus di Lumajang terdampak putusnya Jembatan Gladak Perak akibat erupsi Gunung Semeru pada 4 Desember lalu. 

Terputusnya akses yang menghubungkan Kabupaten Malang dan Lumajang itu membuat penghasilan para pelaku usaha otobus menyusut. 

Pasalnya, bus kecil dari Terminal Lumajang hanya bisa mengantar penumpang hingga Pasar Candipuro.

Praktis, jumlah penumpang menurun tajam. Oleh karena itu, para pemilik armada memilih tidak mengoperasikannya.

"Sehari, hanya jalan sekali, Lumajang-Candipuro PP (pulang pergi,red). Kalau dahulu, bisa dua kali PP," ungkap salah satu sopir bus setempat, Suyanto.

Dalam sehari, jumlah penumpang hanya sampai lima orang. Tentu kondisi itu tidak menguntungkan mereka.

"Sekali jalan, itu mentok lima orang. (Pendapatan,red) berkisar Rp 100 ribu. Itu kalau jarak yang ditempuh jauh. Jika dekat dan jumlahnya sedikit, ya, sekitar Rp 70 ribuan,” ujarnya.

Jumlah itu terpaut cukup jauh ketimbang pendapatannya sebelum putusnya Jembatan Gladak Perak. Saat itu, Suyanto bisa melintasi Piket Nol sampai Malang. Pendapatan kotornya bisa mencapai Rp 200 ribu per hari.

Pascaputusnya Jembatan Gladak Perak akibat erupsi Gunung Semeru, pelaku usaha otobus di Lumajang merugi.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News