Pakar Sosiologi Unair Tak Setuju Penangkapan Pembuang Sesajen di Semeru, Kalimatnya Begini

Selasa, 18 Januari 2022 – 19:46 WIB
Pakar Sosiologi Unair Tak Setuju Penangkapan Pembuang Sesajen di Semeru, Kalimatnya Begini - JPNN.com Jatim
Pakar Sosiologi Universitas Airlangga (Unair) Prof Bagong Suyanto mengomentari kasus pembuangan sesajen di Gunung Semeru. Foto: Dok. Pribadi Prof Bagong

jatim.jpnn.com, SURABAYA - Pakar Sosiologi Universitas Airlangga (Unair), Prof Bagong Suyanto mengomentari kasus pembuangan sesajen di Gunung Semeru.

Dia justru tak setuju dengan penangkapan pelaku pembuang sesajen. Menurutnya, bangsa Indonesia perlu belajar memaafkan dan memahami orang yang tidak mengerti.

“Tidak perlu memperpanjang masalah sampai ke ranah hukum. Kita bisa menyelesaikannya dengan cara kekeluargaan,” kata Bagong tertulis, Selasa (18/1).

Dosen Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unair itu menilai ketika pelaku sudah meminta maaf, permasalahan tersebut seharusnya sudah selesai.

“Menurut informasi yang saya dapat juga, pelaku (pembuangan sesajen,red) tidak berasal dari Lumajang sehingga tidak mengetahui adat istiadat setempat,” ujarnya.

Meski tak setuju dengan penahanan terhadap Hadfana, Dekan FISIP Unair itu tetap tak membenarkan perbuatan pelaku. Indonesia merupakan bangsa multikulturalisme sehingga setiap orang perlu menghargai perbedaan.

“HF, kan, orang luar daerah yang datang ke komunitas lokal maka dia harus berempati dan belajar memahami perbedaan,” tegasnya.

Menurutnya, Hadfana tak bisa membenarkan tindakannya dan menganggap hal lain salah karena akan ada kelompok lain yang tersinggung.

Pakar Sosiologi Universitas Airlangga (Unair) Prof Bagong Suyanto mengomentari penangkapan pembuang sesajen Hadfana Firdaus